The Reader (2008)Setelah menghabiskan 8 jam sia-sia di sekolah, saya dan adik saya pergi untuk menonton The Reader, film arahan Stephen Daldry dan ditulis oleh David Hare. Dan... Apa yang saya dapatkan?
Wow. For me this is one of the year's romantic picture! Romantis? Mungkin orang-orang yang bukan moviegoers akan mengernyitkan kening mendengar label yang saya berikan: romantis. Ada dua alasan mengapa saya bilang film ini romantis.
Keromantisan film ini tidak kasat mata oleh para penonton awam. Penonton awam mungkin mengharapkan suatu keromantisan seperti film Love Actually, The Notebook. Namun film ini menghadirkan sesuatu yang berbeda. Di mana sepasang kekasih menorehkan kisah cinta mereka melalui sebuah hubungan long distance. Mereka tidak bertemu, mereka tidak berusaha untuk bersatu, mereka tidak berusaha untuk menciptakan hidup bahagia berdua. Tetapi mereka melanjutkan cinta mereka dengan menunjukkan keberadaan masing-masing.
Michael Berg (Ralph Fiennes) terus membacakan buku-buku kepada Hanna Schmitz (Kate Winslet). Ia melakukannya dengan merekam suaranya di tape recorder lalu dikirimkan kepada Hanna yang berada dibalik jeruji alias dipenjara. Pembacaan itu adalah sebagai pengantar tidur Hanna. Dan pembacaan ini mengubah hidup Hanna.
Alasan kedua adalah, kisah cintanya memang ditakdirkan untuk tertoreh dan berlangsung. Seakan-akan alam memelihara cinta mereka. Walau mereka terpisah karena Hanna pergi tanpa kabar, beberapa tahun kemudian Michael melihat Hanna.
Untuk moral lesson, saya mengaku tidak mendapat apa-apa dari film ini. Selain penggambaran tentang kota Jerman. Namun tontonlah film ini sebagai sebuah kisah romantis.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar